skip to main |
skip to sidebar
Posted in
Rabu, 15 Februari 2012
Article:
Baru
beberapa hari kemarin terjadi kecelakaan tunggal yang cukup tragis yang
menimpa pejalan kaki. "Tragedi Tugu Tani" mengingatkan kita bahwa
seorang pejalan kaki dan seorang yang menunggu di halte pun bisa menjadi
korban kecelakaaan. Apalagi para pengendara motor dan mobil yang berada
di jalan raya. Korbannya adalah anak2 kecil yang pulang sehabis bermain
futsal, dan yang paling miris lagi adalah satu keluarga yang menunggu
di halte sehabis pulang liburan weekend.
Sungguh
tragis, apa mau di kata ini adalah sebuah kesalahan dari pengendara
mobil yang kehilangan kendali. Jelas kalau sadar pengendara pasti tidak
akan menabrak para pejalan kaki apalagi orang yang menunggu di halte
bus. Menurut analisa kepolisian yang dikutip dari berita televisi adalah
para pengendara mobil tersebut menggunakan narkoba sejenis sabu yang
membuat mereka hilang kesadaran. Polisi setempat sedang melakukan
penyelidikan lebih lanjut mengenai tragedi "Tugu Tani" tersebut. Kita
tinggal tunggu saja, kebijakan hukuman yang diberikan oleh pihak yang
berwajib. Apakah setara dengan korban manusia yang telah terjadi.
My Opinion:
Afriyani should take responsibility for their mistakes. moreover this incident has claimed many victims. for example, families who are waiting for the bus after the weekend. It is very tragic. human life can not be paid for with cash, then Apriyani should receive punishment from the authorities. after hearing that there were drugs in the car Apriyani, I added to the victims and the families concerned. let's hope this case can be resolved the right way
0 komentar:
Posting Komentar